21 May 2012

Banner

Cerpen

FLASH FICTION 400 KATA_TIDAK BERES

  • PDF

“Rin, Ayo salaman, jangan bengong gitu ah!” seru bang Ryan padaku saat ia mengenalkan temannya. Aku menyambut uluran tangan itu dan mencium punggung tangan temannya.

“Maaf ya Nis, Rini memang pemalu kalau sama orang baru,” jelas bang Ryan pada teman barunya itu. Aku hanya menggerutu di belakang bang Ryan. Memangnya siapa yang malu-malu? Biasanya juga aku yang maju duluan kalau kenalan sama orang baru apalagi dengan temannya bang Ryan. Tapi kali ini entah kenapa aku merasa aneh saja dengan teman yang dibawa bang Ryan. Satu-satunya teman perempuan yang dikenalkannya padaku. Ada yang tidak beres dengan bang Ryan, pikirku

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 05 Desember 2011 13:26 Selengkapnya...

ANIF DIANTARA DUA DUNIA

  • PDF

"Pulas sekali tidurnya, seperti malaikat. Damai dan tenang!" ujarku sambil memandangi Anif, bayi mungil yang baru genap delapan bulan minggu ini. Bayi yang dititipkan oleh uni Reni, tetanggaku. Kesibukannya sebagai seorang pedagang mungkin sedikit membuatnya kesusahan dengan bayinya yang sedang aktif-aktifnya bermain. Melihat itu aku menawarkan diri untuk membantunya.

"Uni! Biar Anif sama saya. Uni layanin saja pembeli dulu," tawarku pada uni Reni yang saat itu sedang sibuk melayani pembeli sambil menggendong Anif.

Kini Anif sedang tidur pulas setelah bermain dan menghabiskan satu buah pisang dan sebotol susu. Sambil terus berdendang pelan aku mengelus rambut halusnya yang tersusun jarang-jarang khas bayi. Pipi tembemnya tak luput dari elusan jari telunjukku. Perutnya naik turun seiring dengan nafasnya yang teratur. Benar-benar pemandangan yang damai memandangi bayi kecil yang sedang tertidur.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 05 Desember 2011 13:27 Selengkapnya...

Salah Jurusan

  • PDF

“Junaaaaa…Jun! loe dimana sih?” Suara cempreng seorang cewek sukses membuat gaduh rumah mewah di kawasan pusat kota. Apalagi ini malam hari dan emang udah waktunya orang-orang buat istirahat. Walaupun rumahnya gede, sayang yang tinggal di dalamnya cuma sepasang saudara kakak beradik. Ortu mereka yang sibuk ngurusin kerja di luar negeri cuma bisa mampir bentar ke rumah itu. Itupun juga pulangnya sekali seminggu buat ngeliat anak-anak mereka. Jadi yang gaduh cuma si cewek yang sibuk nyariin satu-satunya orang yang tinggal dengannya. Kepala si cewek clingak-clinguk mencari sosok yang pengen ditemuinya sejak tadi. Sambil ngerocos ngak jelas, pintu tiap ruangan di rumah itu dibukanya satu-satu. Terakhir Diperbaharui pada Senin, 05 Desember 2011 13:27 Selengkapnya...

Oh “ BOS ”

  • PDF

Dana BosSanksi tegas wajib diberikan karena hal itu temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dan sudah diakui oleh oknum kepsek. Sanksi lain adalah terkait dengan jabatan. "Kalau kepala sekolah menyalahgunakan dana BOS, ya, harus diturunkan jabatannya, tidak lagi menjadi kepala sekolah," ujar inggard Joshua”

Jakarta, Kompas - Dana bantuan operasional sekolah bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama naik Rp 6,8 triliun atau 40,5 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun ini. Selengkapnya...

Cintaku Terkubur Diantara Reruntuhan Puing-puing

  • PDF

Mengenang Bencana Gempa Bumi 30 September 2009..Semoga Arwah para korban diterima di sisi-Nya

Karya:K.Jafni-Jack jagguar

Siang ini cuaca terasa begitu sendu, awan gelap masih terlihat menyelimuti gunung Singgalang dan gunung merapi yang kulewati, rinai hujan membasahi kaca helem yang sesekali aku bersihkan dengan tapak tangan ini. Dengan berbekal jas hujan dan sebuah Motor butut yang selalu menemani ku...aku melaju diantara perbukitan dan lembah-lembah sesekali diiringi suara motor yang mengaung-mengaung dan batuk-batuk ketika melewati jalanan yang mendaki...”tenang kawan tak lama lagi penderitaan mu akan berakhir hahaha” aku tertawa-tawa sendiri melihat motor tua ku ini.

Mata ini sesekali kuarahkan ke jam tangan,”ah hari sudah jam setengah dua, apakah aku bisa kepadang untuk menemuimu tepat waktu...mhmm Rianti”, hatiku membatin. Rianti...sebuah nama yang beberapa minggu ini telah begitu hebat mengusik hatiku...raut wajahnya yang dibaluti kerudung begitu tenang dengan senyuman manis yang mengambang diantara bibir tipis nan mungil, yang kerap hadir dalam mimpi-mimpiku. Hmmm...teringat kembali aku pada masa yang telah lewat, masa-masa indah yang Selengkapnya...