Era Globalisasi merupakan era yang memiliki berbagai imbas, tidak terlepas juga memiliki imbas terhadap Minang kabau, baik dalam pemahaman adat istiadat maupun sosial budaya. Pemahaman kehidupan yang praktis mengakibatkan terjadinya berbagai proses degradasi yang secara berangsur-angsur telah mengikis tatanan kehidupan masyarakat. Pemahaman praktis dalam kehidupan ini, seringkali disalah artikan dengan cara melakukan penghapusan berbagai hal yang dianggap menyulitkan.
Selengkapnya...

Pemuda minang yang berbakat tentu memiliki sebuah karya dalam memajukan kebudayaan, itupun tidak hanya dalam karya fisik, tapi juga dalam karya yang tercipta dalam kegiatan sosial mengembangkan nilai-nilai budaya minangkabau. Budaya Minangkabau merupakan sebuah budaya yang berkembang di Minangkabau serta daerah rantau Minang. Hal ini merujuk pada wilayah di Indonesia meliputi propinsi Sumatera Barat, bagian timur propinsi Riau, pesisir barat propinsi Sumatera Utara, bagian timur propinsi Jambi, bagian utara propinsi Bengkulu, pesisir barat daya propinsi Aceh, dan Negeri Sembilan, Malaysia. Berbeda dengan kebanyakan budaya yang berkembang di dunia, budaya Minangkabau menganut sistem matrilineal baik dalam hal pernikahan, persukuan, warisan, dan sebagainya.
Selengkapnya...
Tetapi, yang membuat si Padang ini lebih dikenal dan terkenal lain tidak karena banyaknya restoran, warung, kedai, lepau walau café sekalipun yang bermerk Padang. Masakan dan makanan Padang seakan-akan agak unik rasanya dari masakan daerah lain di nusanara kita ini. Mungkin dengan bumbu dan adukannya yang demikian mengundang selera setiap orang yang mencicipinya, sehingga tidak mudah untuk melupakannya.
Selengkapnya...
Randai ini dimainkan oleh pemeran utama yang akan bertugas menyampaikan cerita, pemeran utama ini bisa berjumlah satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tergantung dari cerita yang dibawakan, dan dalam membawakan atau memerankannya pemeran utama dilingkari oleh anggota-anggota lain yang bertujuan untuk menyemarakkan berlansungnya acara tersebut. Dalam menjalan kan peran utama penyampaian cerita, pemeran utama juga dibantu oleh para Alek yang berfungsi sebagai pembantu peran dan menjadi cirikas
Selengkapnya...
Penyerahan yang dilakukan melalui bupati Pesisir Selatan Nasul Abit itu, dilaksanakan pada upacara gabungan semua SKPD di halaman kantor bupati setempat Senin kemarin.
Selengkapnya...
“SI P A D A N G “
Hampir di seluruh daerah di nusantara ini, perantau yang namanya orang Padang mendiami kota-kota besar hingga ke pelosok desa yang ada di negeri ini. Umumnya mereka dikenal dengan panggilan kerennya si Padang. Pada umumnya si Padang, berprofesi sebagai pengusaha, pedagang, wiraswastawan, PNS, juga yang berkecimpung di dunia politik, menjadi pejabat eksekutif maupun legislatif. Namun yang tak kalah hebatnya ialah menggalas(berdagang-red) sebagai pedagang kaki lima (PKL) yang dinamik, agresif, kreatif serta hebat mengobral segala macam barang dagangan dengan gayanya yang khas simpatik.
Malam Seni Anak Nagari dan Perantau 1432 H "Randai Batuduang Ameh Nagari Padang Laweh
MCC, Padang Laweh - Randai dalam masyarakat MinangKabau adalah suatu kesenian yang dimainkan oleh beberapa orang dalam artian berkelompok atau beregu, dimana dalam randai ini ada cerita yang dibawakan, seperti cerita Cindua Mato, Malin Deman, Anggun Nan Tongga, dan cerita rakyat lainnya. Randai ini bertujuan untuk menghibur masyarakat biasanya diadakan pada saat pesta rakyat atau pada hari raya Idul Fitri.
Batik Tanah Liek Dan Sulam Bayangan Dipatenkan
Batik Tanah Liek dan Sulam Bayangan kebanggan masyarakat kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) diakui legalitas dan kebaradaanya.
Pengakuan ini ditandai dengan diterimanya hak cipta ekspresi Folklor Batik Tanah Liek dan hak paten Sulam Aplikasi Timbul dan Sulam Bayangan oleh ketua Dekranasda Pessel, Wartawati Nasrul.